membedakan kesemutan yang disebabkan oleh gangguan syaraf dan rematik.


Bagi beberapa orang tua, rematik yang sudah memberikan rasa tidak nyaman dan nyeri pada beberapa bagian tubuh ternyata juga ikut membawa masalah kesemutan.
Kesemutan sendiri kerap kali dianggap sebagai hal yang normal terjadi pada tubuh, khususnya jika kita membiarkan beberapa bagian tubuh berada dalam posisi yang statis dalam waktu yang cukup lama atau menindih beberapa bagian badan sehingga aliran darah pun akan terhambat dan menyebabkan kesemutan.
Sayangnya, beberapa jenis kesemutan ternyata bisa menjadi pertanda adanya gangguan syaraf.

Apakah ada cara untuk membedakan kesemutan yang merupakan tanda rematik dan yang merupakan tanda adanya gangguan syaraf?

Pakar kesehatan dari FK UI, Manfulathy Hakim, mengatakan rematik memang bisa memberikan gejala kesemutan, namun adanya kerusakan syaraf tepi atau neuropati juga bisa memberikan gejala kesemutan yang sama pada beberapa bagian tubuh.

Neuropati sendiri bisa terjadi karena faktor trauma pada beberapa bagian syaraf, sebuah penyakit, atau bahkan karena adanya komplikasi dari penyakit lain.
Biasanya, gangguan syaraf tepi ini akan lebih sering membuat kesemutan pada ujung-ujung tubuh.

Sementara itu, kesemutan yang terjadi karena rematika tau arthritis biasanya terjadi karena adanya peradangan pada persendian sehingga rasa kesemutan ini juga terjadi pada persendian tubuh.

Selain pada lokasi, perbedaan dari kedua jenis kesemutan ini juga dari rasa kesemutannya.

Jika kita mengalami gangguan syaraf tepi, maka rasa kesemutan pun akan ikut diiringi dengan sensasi kebas atau mati rasa, sensasi terbakar, rasa kaku, hingga bagian tubuhyang terasa lemah untuk bergerak.

Sementara itu, kesemutan pada persendian karena rematik akan cenderung membuat rasa hangat pada area persendian dimana persendian ini akan cenderung sulit untuk digerakkan.

Baik kesemutan yang disebabkan oleh gangguan syaraf maupun yang dikarenakan oleh rematik tentu harus diperiksakan ke dokter sehingga kita bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

(Doktersehat)

Minyak But-but (mbb), minyak ajaib dengan banyak manfaat

Selamat datang kembali para pembaca, pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan tentang khasiat minyak burung but- but yang telah banyak terbukti manfaat dan testimoni minyak but-but ini dari para konsumennya.
Apa itu minyak but-but?
Minyak but-but adalah ramuan alami yang di ramu dari 100 jenis bahan herbal pilihan, yang bahan alami tersebut sering di gunakan oleh burung but-but dalam pembuatan sarangnya. Dan sejak nenek moyang dahulu di gunakan sebagai minyak alami yang efektif dan ampuh mengobati luka bakar, luka panas, patah tulang, terkilir, keseleo dan banyak khasiat lainnya yang akan kami kupas dalam artikel kali ini.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW. Pernah terluka ketika perang, maka Aisya Ra membakar tikar dan di ambil abunya untuk mengobati luka dan menghentikan pendarahan. Minyak burung but-but dari produk HPAI juga insyaAllah efektif untuk mengobati luka terbakar, menghentikan pendarahan karena salah satu komposisi ramuannya menggunakan ABU ARANG..
Dan berikut ini rincian lebih detail tentang berbagai manfaat minyak multi guna burun g but- but:
a. Untuk patah tulang: minyak dipanaskan dan dioleskan di bagian yang patah, lalu dibalut kain.
b. Wasir/ambeien: oleskan dibagian anus yang keluar.
c. Untuk urut/pijat/gosok: minyak ini sangat sesuai untuk urut karena tidak merusak syaraf kulit.
d. Luka – luka kecil: ambil kapas dan basahi dengan minyak ini lalu ditempelkan dibagian yang luka.
e. Darah tinggi dan lumpuh (stroke) : panaskan minuyak ini, kemudian oleskan dibagian tengkuk dan bagian tubuh yang sakit.
f. Gigitan serangga (lipan,tawon, dan sejenisnya) : ambil kapas dan basahi dengan minuak ini, lalu tempelkan di bagian yang luka.
g. Menghilangkan rasa sakit sewaktu “bersama” suami.
h. Sebagai cleanshing dan whitening untuk wajah: di balurkan di wajah setelah di sapuh handuk hangat.
i. Perut buncit: panaskan minyak, lalu oleskan sambil di urut perlahan secara berputar di bagian perut berulang kali.
j. Gusi bengkak dan berdarah: di kumurkan
k. Sakit gigi: dikumurkan/di oleskan ke lubang gigi menggunakan kapas.
l. Obat cantengan: di sapuhkan pada bagian cantengan 3x sehari.
m. Obat sariawan: di berikan pada daerah sariawan.
n. Terkena air panas, luka bakar: oleskan perlahan di bagian yang sakit dan minyaki terus agar tidak melembung.
o. Kembung perut (anak kecil): minyak ini dipanaskan, oleskan pada daun sirih dan ditempelkan pada perut anak.
p. Diare (keracunan anak) : minum setengah sendok bersama air hangat.
q. Asthma (anak kecil) : minum minyak ini setengah sendok  kecil pada waktu malam sebelum tidur, serta olwskan pada bagian dada, kemudian diselimuti.
r. Anak sering kencing diwaktu malam: dioleskan di ari_ari/ pusar sebelum tidur disamping minum madu asli HPA (madu premium).
Selain manfaat yang kami rangkum di atas, minyak but-but ini juga bisa untuk terapi kelelakian (masalah lelaki) yang insya allah akan kami ulas kembali pada blog herba berikutnya.

Keterangan:
Nama: Minyak but-but
Produk: HPAI (Herba Penawar Alwahida Indonesia)
Isi /botol: 100ml
Harga: 45.000
Kode: 28/10
Untuk pemesanan silahkan hubungi kami dengan nomor hp/whatsapp: 089637011976 dan atau pin bbm: 58811969 an. M. nurrohman.

sehat alami dengan herbal berkualitas

Secara umum, pengertian dari obat herbal adalah obat  yang berasal dari seluruh atau sebagian dari tumbuh-tumbuhannya. Namun sebenarnya, istilah herbal ini memiliki arti tumbuh-tumbuhan yang tidak berkayu atau tanaman yang bersifat perdu. Obat herbal juga disebut sebagai phytomedicine atau obat botani. Pengguanaan obat herbal telah dikenal dan banyak digunakan sejak zaman dahulu, karena memiliki khasiat yang manjur dan ampuh
            Obat herbal diolah secara tradisional dan turun-menurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik secara magic maupun pengetahuan tradisional. Pada masa kini, para ahli mulai tertari dengan penggunaan obat herbal karena efek samping yang ditimbulkan minimal. Hal tersebut dikarenakan komposisi di dalamnya masih dapat dicerna oleh tubuh. Obat herbal juga popular dikalangan masyarakat karena lebih mudah dijangkau, baik harga maupun ketersediaannya.
Anda pasti sudah sering mendengar tentang dua macam obat, yaitu obat herbal dan obat kimia. Selama ini masyarakat mengartikan obat kimia sebagai penyembuh yang bereaksi cepat, harus sesuai anjuran dokter (karena bersifat keras), namun ada efek sampingnya. Sedangkan obat herbal cenderung lambat dalam penyembuhannya, bisa dikonsumsi oleh siapa saja tanpa resep dokter, dan bebas efek samping. Sebelum membahas lebih jauh, mari kita kenali dahulu apa itu obat herbal.

Obat herbal terbuat dari sumber yang berasal dari alam, yaitu tumbuhan/tanaman. Pada dasarnya tanaman yang dijadikan obat herbal adalah tanaman yang telah digunakan sebagai ramuan jamu tradisional sejak turun temurun dari leluhur. Bisa jadi tumbuhan yang dipilih ada di sekitar kita (seperti kunyit dan temulawak), bisa juga tumbuhan langka (seperti tribulus dan macca). Masyarakat di jaman dulu meracik obat herbal dalam bentuk jamu tradisional, karena di jaman itu belum ada peralatan medis yang canggih seperti sekarang. Lantas,kenapa kita harus mengkonsumsi obat herbal yang terkesan tradisional jika jaman sekarang semua sudah canggih?Simak alasannya.Obat Herbal Beradaptasi dengan TubuhKetika tubuh kita menerima obat, biasanya tubuh membentuk suatu pertahanan pada zat-zat yang dianggap asing. Itulah sebabnya banyak orang berasumi obat = racun.Saat Anda sakit, kemudian dokter memberikan obat-obatan yang bersifat keras namun telah disesuaikan dosisnya. Resep yang selalu disertakan adalah paracetamol (penahan rasa sakit) dan antibiotik (mengatasi infeksi bakteri). Biasanya obat-obatan keras menimbulkan rasa kantuk, dan tidak boleh dikonsumsi lebih dari tiga hari berturut-turut agar tidak memicu kerusakan ginjal. Ini dikarenakan tubuh kita yang mulai terbiasa dengan obat kimia, membentuk pertahanan pada partikel obat kimia yang awalnya terasa asing, sehingga apabila dikonsumsi jangka panjang lama-kelamaan Anda tidak merasakan manfaat apa-apa. Ginjal yang tugasnya menyaring darah dan menetralisir racun, menjadi kewalahan dan mengalami kerusakan dengan ditandai gejala: tubuh tidak mampu lagi menerima obat. Bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi obat kimia, namun yang ingin saya sampaikan adalah patuhi anjuran dokter dan jangan melebihi batas waktu :)Obat Herbal Bekerja Langsung Ke SumbernyaBerbeda dengan obat herbal. Karena berasal dari alam, sifatnya yang alami membuat obat herbal memiliki partikel yang dapat beradaptasi dengan tubuh manusia. Contoh yang saya ambil adalah senyawa acetogenin pada daun sirsak. Acetogenin ketika dimasukkan ke dalam tubuh manusia yang mengidap kanker, dapat mendeteksi adanya perkembangbiakan sel yang tidak wajar. Acetogenin bergerak langsung menuju sel abnormal, tanpa membahayakan sel yang masih sehat. Ia menghambat perkembangan sel abnormal, sehinga sel abnormal tersebut gagal berkembang biak dan mati. Itulah alasan kenapa orang di jaman dulu menggunakan air rebusan daun sirsak untuk menyembuhkan kanker.Bisakah Kita Meracik Sendiri Obat Herbal?Pertanyaan itulah yang sering saya temukan selama berjualan obat herbal. Jika obat herbal yang ditawarkan terbuat dari bahan-bahan yang bisa ditemukan oleh semua orang, lalu kenapa harus membeli. Jawabannya adalah: tidak semua orang mampu melakukan sterilisasi. Anda bisa menemukan daun sirsak dengan mudahnya, tapi tidak menjamin Anda dapat mensterilkan daun sirsak tersebut dengan cara yang sama seperti para ahli obat.Di jaman dulu, lingkungan masih murni, belum begitu tercemar. Jadi setiap orang bisa meracik sendiri obat dengan cara tradisional asalkan diberi pengetahuan. Sedangkan jaman sekarang, polusi dimana-mana, hutan semakin berkurang, kecil sekali kemungkinan kita untuk mendapatkan bahan-bahan alami yang belum tercemar. Kecuali Anda tinggal di pedesaan terpencil. Disinilah para ahli obat berperan, mereka menggunakan teknologi dan pengetahuan untuk mensterilkan bahan-bahan tersebut, mengumpulkan manfaatnya, dan menyajikannya dalam bentuk obat ke hadapan Anda.Obat Herbal juga Mengandung Bahan Kimia, Tapi..Dalam proses pembuatannya, herbal mengalami proses kimiawi dari mulai sterilisasi, ekstraksi, produksi, inhalasi dan komputerisasi. Tidak ada yang namanya 100% alami. Namun yang perlu diketahui, penggunaan bahan kimia hanya digunakan untuk mempertahankan kandungan dari bahan alami itu sendiri. Ahli medis yang terus melakukan penelitian, menciptakan obat sesempurna mungkin dengan meminimalisir efek samping. Obat herbal adalah hasilnya.Saya bukan dokter atau orang farmasi. Saya hanyalah seseorang yang mendedikasikan hidupnya pada kesejahteraan manusia dengan pengetahuan terbatas. Jika Anda sakit berkonsultasilah ke dokter dan jika artikel ini bermanfaat silahkan gunakan tombol share untuk membagikannya agar pengetahuan ini tidak berhenti sampai di Anda. 



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. sehat dengan herbal berkualitas - All Rights Reserved
User 2nd PublisherTemplate Redesigned by Tukang Toko Online | Shopping Cart by : Irsah InDesigns
Proudly powered by Blogger